Mobile Game
Kini hadir game Black Desert Mobile

Kini hadir game Black Desert Mobile

Gimbot masih ingat masa-masa ketika Black Desert Online pertama kali dirilis, tepatnya tahun 2014 lalu. MMORPG asal Korea Selatan ini saat itu cukup menghebohkan karena tampilan visualnya yang keren, fitur character creation yang detail, dan pastinya, kebutuhan spesifikasi PC yang tidak ramah lingkungan. Black Desert Online menuntut PC yang cukup canggih pada zamannya untuk pengalaman optimal. Jadi ketika Black Desert Online diumumkan muncul di smartphone, Gimbot cukup penasaran, bisakah mereka mempertahankan kualitas grafis yang sama? Dan bila memang bisa, butuh spesifikasi smartphone seperti apa untuk menjalankannya?

Black Desert Mobile telah dirilis untuk Android secara global pada tanggal 8 Desember 2019 kemarin, dan beberapa kru Gimbot sudah mencoba memainkannya. Kesan pertama kami kurang lebih seragam: tampilan visualnya memang cukup dahsyat, dan fitur character creation bisa membuat kita menghabiskan waktu sejam lebih hanya untuk membuat satu karakter baru.

– Character creation sangat detail, tapi kurang pilihan model rambut

Menariknya lagi, Black Desert Mobile menyediakan opsi setting grafis yang menyesuaikan dengan perangkat milikmu. Ketika dimainkan di HP kelas mid-end seperti Realme 3 Pro (Snapdragon 710), setting resolusi dibatasi pada pilihan High, sementara framerate dibatasi pada 30 FPS. Tapi ketika kru Gimbot memainkannya di Pocophone F1 (Snapdragon 845), opsi resolusi dan framerate paling kanan yaitu Max Setting akan terbuka. Akan tetapi dengan HP kelas mid-end pun pengalaman main Black Desert Mobile sudah cukup nyaman. Paling-paling resolusi visualnya saja yang terasa kurang optimal, tapi tetap enak dimainkan.

– Opsi setting grafis menyesuaikan perangkatmu

Di segi gameplay, sebetulnya kesan pertama yang didapat Gimbot cukup negatif. Black Desert Mobile masih menggunakan struktur misi seperti MMORPG PC pada zamannya, hanya saja kali ini ditambahkan sejumlah fitur permainan otomatis. Untuk berjalan dari satu lokasi quest ke lokasi lainnya, berbicara pada NPC, bahkan berinteraksi dengan lingkungan, kita hanya perlu menekan satu tombol, dan ini membuat permainan jadi terasa terlalu pasif. “Jadi berasa kayak game clicker doang,” komentar salah satu kru Gimbot. Untungnya setelah beberapa jam bermain, Black Desert Mobile mulai menunjukkan pesonanya. Kita mulai mendapat misi memasuki berbagai dungeon, mengalahkan monster-monster bos, dan mengumpulkan berbagai imbalan menarik. Black Desert Mobile paling seru ketika sedang menyuguhkan aksi nonstop, namun untuk menuju ke sana kita memang harus sabar melewati fetch quest yang membosankan.

– Sebelum menyelamatkan dunia, berburu babi dulu

Berhubung ini MMORPG, jalan ceritanya tidak terasa terlalu spesial. Tapi Gimbot harus acungi jempol pada aspek musik dan voice acting. Aspek-aspek audio ini dirancang dengan niat sekali, bahkan meskipun naskah yang sedang mereka baca isinya tidak penting. Cukup memberi kesan bahwa Black Desert Mobile terpoles baik walaupun kadang fitur ini Gimbot skip juga.
Aspek lain yang menarik adalah fitur markas alias Camp. Sebagai imbalan atas kontribusimu sebagai petualang, kamu akan mendapat sebuah wilayah kecil untuk kamu atur sendiri. Di sini kamu bisa merekrut pekerja, mengumpulkan bahan makanan dan material, mendirikan bangunan, dan lain-lain.

Nantinya Camp ini akan memberikan berbagai fasilitas dan keuntungan untukmu. Misalnya fasilitas yang menghasilkan material untuk upgrade senjata, atau fasilitas Boss Rush untuk melawan musuh-musuh bos yang pernah kamu kalahkan. Serunya, musuh bos di fitur Boss Rush ini bisa kamu tingkatkan kesulitannya untuk imbalan yang lebih menarik.

– Paling seru sedang bertarung lawan bos

Mengumpulkan imbalan ini juga seru, terutama imbalan berupa equipment, karena bila kamu mengganti perlengkapan maka penampilan karaktermu akan berubah juga. Khas MMORPG, nantinya tujuan bermain kita bukan lagi untuk mengumpulkan senjata terkuat, tapi berburu barang-barang kosmetik terkeren. Omong-omong kosmetik, bisa ditebak bahwa MMORPG seperti Black Desert Mobile ini menjadikan kosmetik sebagai salah satu cara monetisasi. Mata uang premium yang digunakan game ini bernama Pearl, dan harga yang ditawarkan terbilang sedikit mahal.

Sebagai contoh, kostum bertema natal yang saat ini sedang dipromosikan harganya 960 Pearl. Itu setara dengan sekitar Rp300.000. Cukup mahal, tapi dibandingkan dengan harga IAP game lain (misalnya Mobile Legends) harga ini masih berada dalam jangkauan yang masuk akal. Pearl juga bisa digunakan untuk membeli hal-hal lain, mulai dari material upgrade, binatang piaraan, tiket untuk mengubah penampilan karakter, hingga Potion. Jadi untuk kamu yang sultan ada opsi pay-to-win juga di sini. Tersedia juga fitur Market untuk perdagangan antar pemain, jadi meski tanpa membeli Pearl, kamu tetap bisa mendapat item yang kamu inginkan lewat pembelian di Market.

– Harga Pearl masih ada di rentang yang lumayan bisa diterima

Secara keseluruhan Gimbot menilai Black Desert Mobile sebagai game yang menarik. Kualitas audio visualnya jempolan, gameplay pertarungannya asyik, konten di dalamnya pun terlihat padat. Tapi game ini terasa sekali merupakan MMORPG yang tidak dirancang untuk perangkat mobile dari awal. Hal-hal seperti struktur quest, antarmuka, hingga tampilan visual yang secara umum terlihat terlalu kecil untuk layar smartphone, mencerminkan hal itu. Beda dengan misalnya, Ragnarok M, yang memang terasa dioptimalkan untuk perangkat mobile sejak awal.

– Lebih cocok di layar besar PC atau console

Bila kamu tidak keberatan dengan kekurangan tersebut, maka Black Desert Mobile bisa jadi pilihan MMORPG yang seru, apalagi kalau kamu punya smartphone yang bisa menampilkan kualitas visual rata kanan. Sistem combo, koleksi kosmetik, dan tantangan dari bos-bos musuh tampaknya akan jadi motivasi utama Gimbot untuk terus melanjutkan bermain. Harap maklum saja kalau banyak fetch quest yang membosankan. MMORPG di tahun 2014 memang pakemnya seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *